![]() |
| Gerak jalan santai di Situ Buleud Purwakarta. |
Trendpurwakarta.id – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai kawasan Situ Buleud, Purwakarta, saat Paguyuban Warga Purwakarta Asal Priangan Timur (Watasimu) menggelar bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 dan Hari Jadi Purwakarta ke-195, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Jalan Siliwangi, Kelurahan Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta itu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sekitar seribu peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia, turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan yang sarat nilai sosial dan kemanusiaan tersebut.
![]() |
| Aksi sosial layanan kesehatan gratis |
Hadir dalam kegiatan itu Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Mochamad Arif Budiman, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purwakarta, Aep Durohman, serta sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Yadi Rusmayadi.
Rangkaian bakti sosial diisi dengan donor darah, pelayanan kesehatan gratis, serta jalan santai mengelilingi Situ Buleud. Kegiatan secara resmi dibuka sekitar pukul 08.00 WIB yang ditandai dengan pelepasan peserta jalan santai oleh Mochamad Arif Budiman yang hadir mewakili Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein.
Suasana semakin semarak dengan penampilan musik dan hiburan rakyat yang menghibur peserta sepanjang kegiatan. Berbagai instansi, pelaku usaha, organisasi sosial, serta komunitas juga turut memberikan dukungan sehingga acara dapat terselenggara dengan baik dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Di sela kegiatan, Penanggung Jawab Bakti Sosial Watasimu, Dr. Agus Muharam, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sosial sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, selain memberikan layanan kesehatan gratis, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, membangun budaya hidup sehat, mempererat tali silaturahmi antaranggota Watasimu, serta memperkuat hubungan harmonis antara masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.
"Kami ingin membangun semangat kebermanfaatan yang lebih luas. Kegiatan ini bukan hanya tentang pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan masyarakat, pemerintah, tenaga kesehatan, dan dunia usaha dalam satu semangat melayani," ujar Agus Muharam.
Sementara itu, salah seorang tokoh pendiri Watasimu, H. Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM di lingkungan paguyuban, berharap kegiatan bakti sosial tersebut dapat terus menjadi agenda yang memberi dampak positif bagi masyarakat.
Ia menilai kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi sarana pelayanan sosial dan edukasi kesehatan, tetapi juga memperkuat hubungan antara masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah, dan dunia usaha.
"Melalui bakti sosial ini, Watasimu ingin menghadirkan gerakan sosial yang nyata, bermanfaat, dan mampu menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Harapannya, masyarakat semakin sehat, semakin peduli, dan semakin kuat dalam semangat kebersamaan," ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Watasimu kembali menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial tetap menjadi kekuatan penting dalam membangun masyarakat yang sehat, harmonis, dan berdaya. (Red)


0 Komentar