![]() |
| Tatang Obet, Aktivis Karawang. |
Trendpurwakarta.id — Insting kritis masyarakat sipil kembali terusik. Menanggapi ketegasan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, yang meminta seluruh kepala sekolah menelurkan "proyek perubahan" dan tidak sekadar menggugurkan kewajiban administratif usai pelatihan, Aktivis Karawang, Tatang Obet, angkat suara dengan gaya khasnya: pedas, tajam, dan tanpa basa-basi.
Bagi Obet, retorika Kadisdik Jabar memang terdengar indah di atas kertas. Namun, ia mengingatkan agar jargon perubahan ini tidak bernasib sama seperti ribuan instruksi birokrasi lainnya yang lenyap begitu seremoni pembukaan pelatihan usai.
“Pernyataan Pak Kadisdik itu angin segar, tapi jangan sampai cuma jadi lip service atau pemanis panggung pelatihan. Jangan sampai slogan 'Pengetahuan jadi aksi' malah berhenti di level 'Pengetahuan jadi seremonial'. Kalau kepala sekolah cuma pintar buat dokumen proyek perubahan untuk formalitas laporan ke dinas, ya sama saja bohong!”— Tatang Obet, Aktivis Karawang
Sorotan Kritis Tatang Obet: Dari Kantin Hingga Mentalitas Proyek
Obet menguliti beberapa aspek substansial dari instruksi Kadisdik Purwanto yang dinilainya membutuhkan pengawasan ekstra keras di lapangan:
* Sindir Realita Kantin Sekolah: Terkait instruksi kurasi makanan sehat di kantin, Obet menyentil kondisi riil di lapangan. “Bagus Pak Kadisdik minta makanan dikurasi. Tapi awas, jangan sampai di atas kertas menunya sehat bergizi, tapi di lapangan kantin sekolah cuma dikuasai jajanan instan berpenyedap tinggi karena ada setoran sewa tempat yang penting masuk. Jangan cuma mengurasi makanan, kurasi juga tata kelola kantinnya!” tegasnya.
* Kurikulum Lingkungan vs Formalitas: Mengenai imbauan menjadikan seluruh lingkungan sekolah sebagai kurikulum karakter, Obet mewanti-wanti agar hal tersebut tidak hanya berujung pada aksi cat ulang tembok dan tanam pohon mendadak saat dinas datang berkunjung. Karakter terbentuk dari konsistensi, bukan dari renovasi fisik musiman.
* Evaluasi Transparan, Bukan Laporan Asal Bapak Senang (ABS): Obet menantang Disdik Jabar untuk membuat mekanisme kontrol yang transparan terkait proyek perubahan 416 kepala sekolah tersebut. Tanpa evaluasi publik yang ketat, proyek perubahan berisiko hanya menjadi tumpukan berkas jilid rapi yang menghiasi lemari kantor dinas.
"Jangan Cuma Jago Berteori di BBGTK"
Mengakhiri tanggapannya, Tatang Obet menekankan bahwa masyarakat Karawang dan seluruh wilayah Jawa Barat akan menagih janji perubahan tersebut secara langsung di sekolah-sekolah tempat anak-anak mereka belajar.
“Kami mendukung penuh keberanian Pak Purwanto menekan para kepala sekolah. Tapi ingat, pengujian sebenarnya bukan di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Bandung, melainkan di sekolah-sekolah pelosok. Kepala sekolah yang pulang pelatihan harus berani bongkar kebiasaan lama. Jangan cuma jago berteori di Bandung, tapi begitu kembali ke daerah, kembali ke 'setelan pabrik' menjadi pimpinan yang alergi kritik dan pasif!” cetus Obet.
"Hilangkan usaha Koperasi bermodus belanja online, biar terhindar dari bentuk pungli ataupun jual paksa, tegakkan disiplin antara wali kelas dan anak didik di lingkungan sekolah, agar tertanam jiwa korsa dan saling menghargai," pungkasnya.
Reporter Karawang: Ahas

0 Komentar