Gandeng UNICEF, PIK-R MAN Bandung Barat Buktikan Remaja BISA Jadi Agen Perubahan Mental Sehat



PIK-R Aktif dan Kolaboratif, MAN Bandung Barat Dipilih sebagai Representasi Praktik Baik Remaja Jawa Barat


TRENDPURWAKARTA.ID, BANDUNG BARAT — Membangun generasi muda yang tangguh tak cukup hanya mengandalkan nilai akademik. Kesehatan mental kini jadi fondasi utama agar remaja siap menghadapi tekanan zaman. Berangkat dari kesadaran ini, MAN Bandung Barat sukses terpilih menjadi lokasi praktik baik (best practice) edukasi kesehatan mental remaja tingkat nasional dan Jawa Barat, Selasa (1/9/2026).


Kegiatan bertajuk Workshop Edukasi Kesehatan Mental Remaja Provinsi Jawa Barat ini digelar berkolaborasi dengan UNICEF. Sebanyak 20 siswa pilihan MAN Bandung Barat terlibat aktif, didampingi jajaran pemangku kepentingan nasional hingga daerah.



Hadir dalam agenda ini perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemenduk Bangga) RI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bunda GenRe KBB Ny. Eni Ade Zakir, pejabat UPT KB Cililin, serta para Duta GenRe Jabar dan KBB. Kepala MAN Bandung Barat, H. Ali Mursid, S.Pd., M.M.Pd., beserta jajaran wakil kepala madrasah turut mendampingi langsung.


Aktifnya PIK-R dan Catatan Prestasi Jadi Kunci

Terpilihnya MAN Bandung Barat bukan tanpa alasan. Keberadaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di madrasah ini dinilai sangat hidup, kolaboratif, dan efektif menjadi wadah aman bagi siswa. Ditambah lagi, Kabupaten Bandung Barat punya rekam jejak kuat setelah meraih Juara I Edukasi Mental Tingkat Nasional pada 2025 lalu.


Perwakilan Kemenduk Bangga RI, Rani Widasari, S.Sos., M.Si., menegaskan pentingnya menciptakan ruang aman bagi anak muda.


“Kesehatan mental bisa dimulai dari hal kecil, seperti mengenali tanda-tanda stres sejak dini. Remaja butuh ruang untuk didengar tanpa dihakimi. Praktik baik di MAN Bandung Barat ini sangat penting untuk diolah jadi inspirasi nasional, bahkan dunia,” terang Rani.


Senada dengan Rani, perwakilan UNICEF Asep Zulhijar menyoroti dampak panjang dari pengalaman masa remaja. Menurutnya, sekolah memegang peran krusial dalam pencegahan dan pendampingan awal sebelum masalah mental berkembang menjadi trauma berat.


Sinergi Mental, Fisik, dan Spiritual

Dukungan penuh juga disampaikan Bunda GenRe KBB, Ny. Eni Ade Zakir. Ia menyebut bahwa tumbuh kembang remaja harus dirawat secara utuh, mencakup aspek mental, fisik, hingga spiritual. Selain pembekalan psikologis, program pencegahan anemia melalui pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri juga terus didorong.


Kepala MAN Bandung Barat, H. Ali Mursid, menyambut amanah ini sebagai komitmen nyata madrasah dalam merawat potensi siswa secara seimbang.


“Bagi kami, ini adalah tanggung jawab moral. Madrasah harus jadi tempat yang aman. Kalau anak-anak merasa tidak baik-baik saja, mereka harus tahu ke mana harus bercerita. PIK-R kami siapkan untuk itu,” tegas Ali Mursid.


Keberanian untuk Bicara

Dampak positif workshop ini dirasakan langsung oleh peserta. Hafid, siswa kelas XII MAN Bandung Barat, mengaku mendapat sudut pandang baru yang menguatkan.


“Kami belajar kalau stres itu tak perlu dipendam sendiri. Mencari bantuan atau bercerita bukan tanda bahwa kita lemah. Justru itu bentuk keberanian untuk pulih,” ungkap Hafid mantap.


Lewat kegiatan ini, pesan penting terpancar kuat dari MAN Bandung Barat: menjaga kesehatan mental tak selalu butuh gerakan rumit. Sering kali, semuanya cukup dimulai dari satu pertanyaan sederhana nan tulus: “Kamu baik-baik saja?”


Dari kepedulian kecil itulah ruang aman tercipta, melahirkan generasi muda yang tak hanya cerdas, tetapi juga sehat secara mental dan tangguh menatap masa depan.


(Ali Akbar / Red)


0 Komentar